Opini

Refleksi PKKMB UNILA 2026

Hari 1,: Membahas UNILA Next Gen - Grow, Connect, Impact. Pesan penting: di era AI harus tetap jujur & kritis. AI untuk bantu referensi, bukan ganti cara berpikir. Kami juga diajak berkontribusi untuk Lampung di bidang pertanian hingga perikanan. Bela negara kini di dunia siber, jadi Gen Z harus Smart, Safe, Responsible agar tak termakan hoaks. Hari 2: Fokus adaptasi di Bandar Lampung dan belajar mandiri. Ada pemetaan tipe mahasiswa: Akademis, Aktivis, Organisatoris, Apatis.

Materi PKKMB UNILA 2026
3 menit baca
Refleksi PKKMB UNILA 2026

Hari Pertama

Selasa, 11 Agustus 2026

Pada hari pertama pelaksanaan PKKMB Universitas Lampung 2026, kami mendapatkan banyak materi pengantar, terutama mengenai gagasan besar UNILA Next Gen yang bertumpu pada tiga pilar utama yaitu Grow, Connect, Impact.

Dari sekian banyak poin yang disampaikan, ada satu hal yang paling membekas di pikiran saya, yaitu tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa harus menyikapi perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence atau AI.

Di era sekarang yang segala sesuatunya berjalan sangat cepat dan serba digital, kita tetap dituntut untuk memegang teguh nilai kejujuran akademik dan kemampuan berpikir kritis. Pemateri menegaskan bahwa AI boleh kita gunakan sebagai alat bantu, misalnya untuk mencari referensi, merangkum bahan bacaan, atau membantu brainstorming ide.

Namun, proses berpikir, menganalisis, dan mengolah ide-ide tersebut tetap harus berasal dari diri kita sendiri. AI tidak boleh dijadikan pengganti otak kita dalam belajar.Selain membahas akademik, materi hari pertama juga mengajak kami untuk lebih peka terhadap kondisi daerah.

Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Potensi sebesar itu tentu tidak akan berkembang dengan sendirinya.

Di sinilah peran kami sebagai mahasiswa ditunggu. Kami diharapkan mampu melahirkan ide-ide inovatif dan solusi yang aplikatif agar pembangunan di daerah bisa benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.Tidak hanya itu, kami juga mendapatkan materi mengenai bela negara di era modern.

Ancaman saat ini tidak hanya datang dari bidang militer, tetapi juga dari dunia digital seperti propaganda, deepfake, dan penyebaran berita bohong atau hoaks. Sebagai bagian dari Generasi Z yang hidupnya tidak lepas dari internet dan media sosial, kami diingatkan untuk memahami dan menerapkan tiga prinsip penting: Smart, Safe, dan Responsible. Smart artinya menggunakan teknologi secara cerdas dan produktif. Safe artinya mampu menjaga keamanan data pribadi dan berhati-hati terhadap kejahatan siber. Sedangkan Responsible artinya bertanggung jawab atas setiap informasi yang kita sebarkan, serta tidak ikut terlibat dalam cyberbullying maupun penipuan online.

Hari Kedua

Rabu, 12 Agustus 2026

Memasuki hari kedua, fokus materi mulai bergeser ke hal-hal yang lebih praktis terkait kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa. Kami dikenalkan dengan lingkungan Kota Bandar Lampung sebagai tempat kami akan tinggal dan beraktivitas selama beberapa tahun ke depan. Kami diingatkan untuk bisa beradaptasi dengan baik dan membangun interaksi yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Perubahan besar juga terjadi pada pola belajar. Jika di SMA guru masih banyak membimbing dan menyediakan bahan ajar, maka di perguruan tinggi kami dituntut untuk lebih mandiri. Mahasiswa harus proaktif mencari sendiri berbagai sumber literasi, baik dari buku, jurnal, maupun platform digital.

Sekali lagi, penggunaan AI ditekankan harus tetap bijaksana dan tidak melanggar integritas akademik.Materi yang cukup menarik perhatian saya adalah tentang pemetaan tipe mahasiswa.

Kami dijelaskan bahwa secara umum mahasiswa memiliki 4 kecenderungan: Akademis yang fokus pada prestasi ilmiah, Aktivis yang peduli terhadap isu sosial, Organisatoris yang aktif dalam kegiatan organisasi, dan Apatis yang cenderung pasif. Sesi ini menjadi bahan introspeksi bagi saya pribadi agar tidak terjerumus menjadi mahasiswa yang apatis, dan bisa terus berkembang baik di bidang akademik maupun non-akademik.Untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru, Universitas Lampung juga telah menyiapkan berbagai support system. Ada Layanan Bimbingan dan Konseling untuk membantu menjaga kesehatan mental. Ada Satgas PPKPT yang bertugas mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan kampus dengan saluran pelaporan yang tertutup. Dan ada Klinik Unila yang sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan untuk menjamin kesehatan fisik mahasiswa.

Secara keseluruhan, rangkaian PKKMB selama dua hari ini benar-benar memberikan bekal awal yang sangat bermanfaat. Materi yang diberikan tidak hanya seputar aturan kampus, tetapi juga tentang pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan kesiapan mental sebelum kami benar-benar masuk ke dalam kegiatan perkuliahan yang sesungguhnya.

20

Subscribe newsletter

Dapat email setiap kali Materi PKKMB UNILA 2026 publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.

Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.

Komentar (0)

Memuat komentar…

    Tentang Penulis

    Materi PKKMB UNILA 2026

    Lihat semua artikel →

    Topik Serupa

    Bacaan Lain di Blog Unila

    Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.